Tamu

 

Tamu

 

Pemikiran itu sejenak lalu lalang menghampiri pintu

Pintu terbuka seolah menerima tamu

Tamu perempuan yang berniat menggoda lelaki perjaka

Masuk lewat celah yang tak diduga


Ia berbisik pelan kepada seorang yang berpegang teguh pada ayat kesucian

yang sedang terbelenggu dalam tahanan ranjang

“Hasrat nafsumu butuh hiburan, boleh ku buka bajumu perlahan sayang? Mari aku puaskan”


Ayat-ayat pondasi retak, terhimpit dan sesak.

Celana bergesper dilucuti

Didalamnya bersemayam benih-benih kesucian abadi

“Nafsumu terlalu membara buat perjaka sepertiku. Aku berpesan tolong, puaskan dan layani aku. Buka perlahan dan buang kesombonganku, lucuti keangkuhanku, namun tolong jaga benih kesucianku.”


Kediri, 15-9-2021

Posting Komentar

2 Komentar