"Setelah Mangkrak, hampir pirang tahun kae ya? Review buku sedikit demi sedikit hadir kembali. Ahay. Sebenere, ya, tetep maca buku cah, cuma aras arasen nulis reviewne. Oke, kita mulai review kita kali ini."
Saga dari Samudra adalah cerita laga pertama dari penulis novel ternama, Ratih Kumala. Namanya sempat booming lewat novel Gadis Kretek yang bahkan diangkat menjadi serial di Netflix.
Kali ini, lewat Saga dari Samudra, Ratih Kumala mengangkat kisah sejarah tentang seorang penyebar agama Islam yang masih keturunan Blambangan, Banyuwangi. Saat masih bayi, ia terpaksa dibuang ke laut oleh ibunya, bukan karena tak sayang, tapi demi menyelamatkan nyawanya. Bayi itu dilarung dalam sebuah peti kayu kecil, mengapung di tengah samudra luas.
Keajaiban pun terjadi. Sebuah kapal besar yang berlayar dari Gresik menuju Bali tiba-tiba menabrak peti tersebut hingga kapal terhenti. Para awak kapal turun dan menemukan seorang bayi di dalamnya. Nahkoda kapal, namanya Sobir, kemudian berinisiatif membawa bayi itu kembali ke Gresik agar dirawat oleh seorang saudagar perempuan bernama Nyai Ageng Pinatih. Karena ditemukan di tengah samudra, bayi itu diberi nama Jaka Samudra. Ia dirawat penuh kasih sayang oleh Nyai Ageng hingga tumbuh besar.
Dalam perjalan ke rumah bersama bayinya, Nyai Ageng Pinatih pernah dirampok begal, lalu diselamatkan oleh Sunan Ampel, seorang ulama besar yang terkenal dengan keilmuan dan padepokannya di Ampel Denta. Sunan Ampel menghampiri mereka karena ada sinar yang sangat terang terpancar dan ketika dicari ternyata berasal dari sang bayi tersebut.
Waktu demi waktu berjalan dan membuat Jaka Samudra tumbuh remaja. Saat mulai beranjak remaja, Jaka Samudra mulai bertanya. Siapa dirinya? Apakah Nyai Ageng adalah ibu kandungnya? Dari pertanyaan-pertanyaan itulah perjalanan hidupnya benar-benar dimulai.
Ia kemudian berguru kepada Sunan Ampel. Di sana, ia belajar ilmu agama sekaligus memperdalam ilmu bela diri. Ia juga bertemu dengan sahabat-sahabatnya seperti Mahdum Ibrahim dan Raden Qasim.
Jaka Samudra lalu diberi nama baru oleh gurunya yakni Raden Paku.
Perjalanan dakwahnya tidak selalu mulus. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik dengan masyarakat yang masih memegang teguh kepercayaan lokal. Namun, lewat pendekatan yang bijak dan penuh hikmah, akhirnya ia berhasil mendirikan pesantren di Giri Kedaton. Menariknya, pesantren itu bisa berdampingan secara damai dengan para penganut kepercayaan setempat. Sebuah gambaran toleransi yang nyata dan relevan sampai hari ini.
Buku Saga dari Samudra bukan cuma menyajikan kisah sejarah tentang Raden Paku atau Sunan Giri. Lebih dari itu, buku ini mengajarkan kita cara berdakwah yang baik tanpa merusak, tanpa memusuhi, dan tanpa merasa paling benar sendiri. Pada akhirnya, kita semua sama-sama sedang mencari jalan kebenaran. Perbedaan cara menempuh jalan itu adalah hal yang wajar.
Buku ini worth it banget buat dibaca, apalagi kalau suka cerita sejarah yang dibungkus dengan gaya bertutur yang asyik.
Judul Buku : Saga dari Samudra
Penulis : Ratih Kumala
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Tahun Terbit : 2023
Tebal Buku : 193 hlm.
Harga : Rp. 99.000
Reviewer : Mohammad Akib
0 Komentar