Naskah Resik Resek

 

Sumber Pinterest



Naskah Resik Resek

 

Pemeran

Aktor 1: Penyapu

Aktor 2: Penyapu

Aktor 3: Pembuang sampah

Aktor 4: Penengah & Penggandeng

 

Bagian pertama

Aktor 1 masuk dengan gaya mengeksplorasi panggung dengan sapu. Setelah itu disusul oleh aktor 2 dengan adegan yang sama namun dengan eksplorasi yang berbeda. Hal ini dimaksudkan sebagai wujud membersihkan atau menyapu tempat tempat tersebut. Setelah ekplorasi panggung dirasa cukup kedua aktor keluar.

Bagian kedua

Aktor 3 masuk dengan karung berisi sampah sampah, perlahan ia lemparkan sampah sampah itu ke tanah dengan posisi garis lurus dari pintu masuk ke pintu keluar atau dari kanan panggung ke kiri panggung.

Setelah aktor 3 selesai menyebar sampahnya, aktor 1 masuk dengan kebingungan,

“Loh, kok reget? Sopo sing ngotori?”

ia bersihkan sampah sampah itu dengan perlahan dan telaten, ia kumpulkan di pojok, setelah itu ia keluar untuk mengambil kantong sampah.

Aktor 3 masuk kembali dengan mengulang adegan yang sama yakni membuang sampah dengan posisi lurus. Setelah itu ia keluar dan diikuti dengan masuknya aktor 1 dengan membawa kantung yang akan digunakan untuk mewadahi sampah, namun herannya sampah sudah  berserakan kembali. (kebingungan)

Ia mencoba membersihkan dan nggrundel dalam hati,

“kok yo enek orang otak di dengkul, wong jelas jelas ada tempat sampah kok tetap di buang sembarangan. Opo gak ngerti merawat alam kuwi penting?” 

Hal ini berulang sampai 3 kali. Aktor 1 marah dan ingin mencari siapa dalang dari semua ini.

Bagian ketiga

Aktor 3 masuk dengan adegan sama seperti di bagian kedua dan sudah keluar lagi. Aktor 1 masuk lagi dengan kebingungan dan sedikit marah karena sampah sampah berserakan lagi. Saat itu tanpa disadari aktor 2 sudah masuk dengan sama sama kebingungan juga,

Aktor 1 : Ahhhh, bodoh sekali orang ini. sampah sampah di guak sak penak e. Jaluk di tendang ndase opo pye.

Aktor 1 : Iki pokok sampe kenek sopo dalang e, di gepuk cengele halal rasane

Aktor 2 masuk dengan membawa sapu dan sampah yang serupa dengan sampah yang berserakan sehingga aktor 1 mengira bahwa aktor 2 lah pelakunya. Aktor 1 mencoba menghakimi aktor 2. Namun perlahan aktor 2 memberi pemahaman bahwa ia juga mengalami hal serupa bahwa sampah sampah sekarang semakin banyak yang berserakan.

Aktor 1 : loh, opo wi nek tanganmu? Oh kowe yo pelakune, ahhh rene....BRUAK..  

Aktor 2: heh opo iki, aku bukan pelakunya, lawong aku juga sedang membersihkan sampah kok, ini sapu buktinya.

Aktor 1 : oh sepurane sepurane kangg

Aktor 2 : wong saiki ngawur ngawur, wes ngerti ada tempat sampah kok gak gelem di gae. Opo mripat e gak digae?

Aktor 1 : coba ngene kang, adewe ndelik golek panggon dewe2 gae ndedepi (mengintai) pelakune

Aktor 2 : ngono yo gak popo!

Mereka berdua mulai mencari tempat sembunyi masing masing.  

Bagian keempat

Aktor 3 masuk dengan adegan sama yakni membuang sampah namun ketika di tengah perjalanan, ia di obyak oleh aktor 1 dan 2 yang otomatis aktor 3 kocar kacir untuk lari tapi bukan keluar panggung,

Saat aktor 3 lari, aktor 1 dan 2 berusaha menangkap namun selalu lolos. Dalam adegan lari tersebut aktor 3 tetap sambil membuang sampahnya sehingga apa yang dilakukan oleh aktor 3 tersebut mampu memecah fokus dari aktor 1 dan 2 karena mereka harus mengejar pelaku selain itu mereka juga harus membersihkan sampah itu.

Dalam suatu adegan aktor 3 berada di tengah tengah. Aktor 1 melempar sapu namun bisa dihindari aktor 3 dan akhirnya kena aktor 2. (misal dalam adegan bahaya menggunakan sapu lidi bisa terkena aktor, maka pakai sampah saja) Setelah itu aktor 3 mencoba melarikan diri lagi. Namun tanpa sengaja aktor 3 tersandung dan terjatuh, dan langsung kena gebuk aktor 1 dan 2.

Disela sela itulah aktor 4 masuk dengan membawa bibit pohon yang digendong dan nggending jawa mengenai alam atau yang sejenisnya. Sambil berjalan jalan eksplorasi panggung dan berinteraksi dengan aktor lainya.

Setelah gending selesai, semua aktor perlahan mulai bergandengan tangan (atau bersama menjunjung bibit pohon tersebut keatas) seraya mengucapkan dengan serentak

Alam dirawat, Alam merawat

Kita merawat, Kita dirawat.

Kata ini di ulang berkali kali, bisa dengan nada nada.

setelah selesai semua serentak mengucap

jika kita merawat alam, niscaya mereka juga akan merawat kita.

Selesai

 

 

Properti

1.     Tempat sampah 2

2.     Sapu lidi 2

3.     Sampah sampah

4.     Bibit pohon

5.     Karung atau semacamnya

Posting Komentar

0 Komentar