BAB 1
Diawali dari kisah organisasi olahraga balap sepeda yang dalam jangka waktu 100 tahun belum bisa meraih prestasi yang membanggakan. Akhirnya pada tahun 2003, organisasi ini merekrut Dave brailsford sebagai direktur peforma yang baru.
Banyak perubahan yang dilakukan, namun perubahan perubahan kecil. Brailsford memiliki gagasan bahwa jika kita mengurai semua hal tentang balap sepeda dan dengan perbaikan 1 persen saja maka akan mendapatkan kenaikan yang signifikan ketika diterapkan secara bersamaan.
Dengan perubahan kecil tersebut, akhirnya selama rentang 2007 hingga 2017, pembalap sepeda dari inggris mampu memenangkan 178 kejuaraan dunia dan banyak kejuaraan yang lain.
Kesimpulan yang di dapat adalah perbaikan perbaikan kecil akan berakumulasi menjadi hasil hasil yang menakjubkan.
Mengapa perubahan kecil mampu menghasilkan perbedaan yang besar?
Perbaikan 1 persen memang tidak terlalu terasa, namun jika kita mampu 1 persen lebih baik dalam 1 tahun maka akhirnya akan 37 persen lebih baik di akhir tahun. Berbeda ketika melakukan 1 persen lebih buruk setiap hari maka di akhir tahun kita akan turun menjadi nol.
Rumusnya :
1% lebih buruk dalam 1 tahun 0,99³⁶⁵= 00,03
1% lebih baik dalam 1 tahun 1,01³⁶⁵= 37,78
Kebiasaan adalah bunga majemuk dalam perbaikan diri. Sukses adalah produk kebiasaan sehari hari bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup.
Bunga majemuk kebaikan. Misal seperti membaca buku. Tentu tidak berarti membuat langsung jenius tapi mampu membuka cara pandang yang baru. Warren Buffett "begitulah cara kerja pengetahuan, terbangun di atas tumpukan. Seperti bunga majemuk.'
Bunga majemuk keburukan. Misal sering berfikir buruk. Makin sering kita memandang diri bodoh atau jelek. Maka makin kuat kecenderungan kita untuk memandang hidup dengan cara begitu.
Kebiasaan sering muncul tanpa keistimewaan sampai kita melewati suatu ambang bayar kritis dan membuka pintu ke tataran performa baru.
Lupakan sasaran dan berfokuslah pada proses. Kenapa?
1. Pemenang dan pecundang memiliki sasaran yang sama.
2. Meraih sasaran hanya perubahan sesaat
3. Sasaran membatasi kebahagiaan kita
4. Sasaran tidak bersesuaian dengan kemajuan jangka panjang.
Kebiasaan buruk berulang karena bukan berarti kita tidak mau berubah, melainkan kita memiliki sistem yang keliru dalam melakukan perubahan.
Mari fokus pada sistem keseluruhan, bukan pada sasaran tunggal.
Bersambung...

0 Komentar