![]() |
| Gambar 1. Novel TAN |
Halo, sobat literasi. Wah, sepertinya
sudah lama sekali saya tidak menulis mengenai review buku. Tugas kuliah memang kadang
banyak dan ternyata juga mengharuskan untuk berhibernasi dahulu dari blog hehehe. Kira kira ada buku apa ya? pastinya menarik lah...
Review buku kali ini, saya membawakan
buku berjudul TAN. Eh, apa ini? Ya, buku ini tentang seorang pahlawan Indonesia
yang tidak setenar pahlawan yang lain, yakni adalah Tan Malaka atau nama
aslinya adalah Ibrahim. Tan Malaka sendiri dimakamkan di Kediri sekitar tahun 1949,
padahal beliau lahir di Pandam Gadang, Lubuk Suliki, Sumatra Barat. Loh? Kok
bisa dimakamkan di Kediri. Ada apa ini? Apakah ia di bunuh? Apakah benar jika berita yang tersebar bahwa Tan Malaka dibunuh oleh bangsa sendiri yang akhirnya beliau tidak dapat merasakan kemerdekaan yang telah beliau perjuangkan? Wah, kalau itu silahkan cari
jawabannya sendiri ya hehehe.
Buku ini tidak membahas kenapa Tan
Meninggal di Kediri atau siapa dalang pembunuhnya. Namun, buku inilah yang
memberikan penerang bagi kaum kaum yang masih awam tentang siapa itu Tan Malaka
(seperti saya).
Buku ini membahas mengenai kehidupan
awal Tuan Ibrahim. Ketika beliau pada awalnya bersekolah di Nederland dan harus
pulang karena kabar kakeknya yang bergelar Datuk Tan Malaka meninggal dan gelar
tersebut harus di turunkan ke orang yang tepat atas diskusi dan perkumpulan
para tetua adat setempat. Setelah itu terpilihlah Ibrahim sebagai Datuk Tan
Malaka. Namun gelar itu tidak lama, Ibrahim melepaskan gelar itu dan diberikan
ke adiknya karena Ibrahim berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan di
Nederland.
Lalu kenapa ya, namanyakan Ibrahim,
tapi kok di panggil Tan Malaka? Ya, jadi Ibrahim ketika di Nederland menjadi
seorang penulis hebat. Ia menuangkan gagasan hebat dalam tulisannya terutama
mengenai pemerintah hindia yang sewenang wenang kepada pribumi. Pada karya
tulisan itulah, beliau Ibrahim menggunakan nama pena Tan Malaka yang akhirnya
nama Tan Malaka lebih populer dibanding nama Ibrahim.
Tulisan yang menggelegar dan seperti
merobohkan kekuasaan pemerintah Hindia itulah yang mengakibatkan Tan Malaka di
anggap ancaman oleh pemerintah. Bahkan ia sampai menjadi buronan. Lari kesana
dan kesini dengan tetap menutupi identitas aslinya.
Bukan hanya itu, ia juga yang menggerakan para buruh untuk memberontak kepada para mandor mandor kulit putih yang sewenang wenang di daerah perkebunan di salah satu wilayah di indonesia. Hal ini dilakukan dengan menyadarkan para buruh kalau mereka adalah manusia, jadi jangan berlaku layaknya kebo. Yang hanya nurut ketika di suruh bahkan dipukuli. Dari apa yang diperbuatnya tersebut, Tan Malaka harus menerima konsekuensi yakni ada upaya penangkapan dirinya atas tuduhan pemberontakan.
Berkat buku ini, saya jadi
mengidolakan pahlawan Indonesia yakni Tan Malaka. Ironisnya, saya baru tahu
jika ada pahlawan Tan Malaka ketika masuk di dunia perkuliahan. Lah terus di
sekolah kok nggak pernah di singgung ya? Atau di masyarakat?
Mungkin saja karena beliau merupakan ketua PKH (partai perkumpulan komunis di Hindia) pada saat itu dan tentu komunis adalah hal yang sepertinya sangat sangat sangat dilarang untuk disebut di negara kita. Identik dengan G30, anti Tuhan, dll. Yah, begitulah.
Buku ini nantinya mampu membuka siapa itu Tan Malaka dari awal. mulai ketika beliau bersekolah di Nederland hingga ia berjuang kembali Hindia. Tentunya akan dapat menambah ataupun membuka pandangan baru kita mengenai seorang Tan Malaka.
Terakhir, mari kita panjatkan doa dan kirimkan Al Fatihah untuk pahlawan kita bersama, Tan Malaka.
Salam...
Judul Buku : TAN
Penulis : Hendri Teja
Penerbit : PT Kaurama Buana Antara
Tahun Terbit : 2016
Tempat Terbit :
Banten
Tebal Buku : 427 hlm
Harga Buku :
Rp. 88.000 (harga dapat berbeda, jika diskon ya akan lebih murah)
Reviewer : Mohammad Akib

0 Komentar