“CERITO AE LAH adalah tulisan sederhana yang berisi tentang kisah kehidupan yang bisa dipastikan ada sisi realnya namun fiksi. Tulisan ini tidak menjadikan konflik antara Rusia dan Ukraina selesai. Namun, harapannya tulisan ini dapat menjadi hiburan semata.”
Halo, gua Ijay, mahasiswa semester 3 akhir. Huh, seru juga nih kuliah, tugas tanpa batas, dosen macam kak ros, dll. Namun, bersyukur ada teman teman yang baik hati, rajin kuliah dan bisa diajak bolos matkul. Untung aja dulu tidak ngulang matkul. Kalau sampe ngulang, wah, bisa bisa jadi donatur kampus nih.
Gua beruntung masih bisa bertemu dengan mahasiswa yang menurutku unik namun itu yang membuatku menjadi belajar lagi dan lagi. Mulai dari yang tidak terlalu mengurus penampilan, pakaian, rambutnya gondrong, ada yang gondrong lurus seperti bung Fiersa Besari dan ada juga yang gondrong ke samping bahkan ke atas. Khas aktivis mahasiswa 98 lah. Apa emang mereka veteran yak?
Emang namanya dunia Manji, eh, dunia perkuliahan ya tidak jauh dari buku. Bahkan nih, dulu ketika ospek mahasiswa baru, ada dosen yang mengatakan kalau mahasiswa harus berteman dengan buku. Tidak apa apa jika dikatakan kutu buku, kata beliau. Jika menurutku tidak apa apa juga sih menjadi kutu buku ketimbang kutu rambut.
Berbicara tentang dunia perkutuan. Maaf salah. Berbicara tentang buku, sebetulnya gua sudah mencoba belajar untuk senantiasa membaca buku sedari zaman Yunani kuno ketika Socrates masih ngajar Plato. Namun, belum mendapatkan feel bagaimana enaknya membaca buku karena emang belum punya buku. Dulu, gua berencana membeli buku dengan mengumpulkan uang saku sekolah dan alhamdulillah gua belikan bakso.
Buku pertama saya adalah buku yang ditulis oleh Cak Nun, karena emang gua suka pembahasan maiyah dari lama meski tidak paham paham amat. Lanjut dengan buku Mbah Tejo. Dari situ saya merasa, wah enak juga nih membaca. Akhirnya keterusan membaca apa aja yang ingin gua baca. Jangan lupakan membaca Alqur'an ya ges ya. Gua usahakan beli buku ori karena buku yang ori bisa dipastikan bahwa buku itu ori.
Menurutku, perkuliahan itu emang bebas, bebas untuk ngapain aja. Mau kuliah atau enggak ya silahkan, mau makan, mau minum, ya silahkan, tapi kalau itu sih kewajiban. Dari kebebasan yang diberikan itulah kita belajar dan mempunyai kesempatan untuk mengekspolarasi apa yang kita ingin kembangkan, seperti minat, bakat, atau kemampuan yang lain. Misalnya saja beternak kutu yang tadi.
Bersambung...
.png)
0 Komentar