Karya: Mohammad Akib
Urat-urat bergerigi intelektual
Buku-buku tebal laksana kitab suci
Harap-harap melawan kuasa bebal
Salah jalan masuk jeruji hati terkunci
Manusia menari di atas pisau-pisau waktu
Mereka hidup menuntut kebebasan
Merasa terbelenggu dalam dogma
Jiwa-jiwa tidak puas akan agama dan patah
kepada yang Kuasa
Manusia kian menari di atas pisau-pisau waktu
Menelusuri lorong gelap tak berpintu
Mencari jalan pegangan
Mengisi cawan guna memberi minum kehampaan
Sang pencari jalan menemui cahaya terang
Gelap terangkat dan butiran kasih menghujani
berkat cinta-Nya
Manusia tergagap setelah apa yang menjadi
halang rintang
Hanyalah suatu cara untuk lebih mengenal dan
mencintai-Nya
Kediri, 7 Oktober 2022
*Karya ini telah dibukukan dalam Antalogi Puisi "Untaian Senandika"
.png)
0 Komentar