Review Buku Ihwal Sesat Pikir Dan Cacat Logika

 

Siapa sih yang tidak mengenal Dr. Fahruddin Faiz? Dikalangan muda mudi atau mahasiswa sepertinya nama Pak Fahruddin begitu di kenal luas. Selain menjadi dosen Aqidah dan Filsafat Islam di UIN Sunan Kalijaga Jogja, Pak Fahruddin juga mengasuh Ngaji Filsafat di Masjid Jendral Sudirman Jogjakarta dan biasanya juga ceramah beliau yang kalem dan adem juga sering bertebaran di media sosial.

Buku Ihwal Sesat Pikir Dan Cacat Logika adalah salah satu dari banyak buku karya beliau. Buku ini berisi tentang bagaimana berfikir secara runtut dan jernih serta apa saja contoh kesalahan dalam berfikir. Menyadarkan kepada kita bahwa kekuatan berfikir yang kita banggakan ternyata punya kelemahan. Nah, buku ini mengajak kita agar senantiasa menjaga kewaspadaan dalam berfikir agar tidak terjebak pada bias berfikir yang bisa saja tidak kita sadari.

Barang siapa yang ingin belajar berfikir runtut, jernih dan dapat dipahami, logika adalah kunci.

Sampul buku ini cukup sederhana hanya dengan warna hijau dan judul yang susun perkata ke bawah dengan warna hitam. Di sampul belakang berisi tulisan tentang maksud dari buku ini.

Pada pendahuluan, ada 5 pasal perihal ihwal logika dan urgensinya yang penting kita baca sebelum masuk ke bab. Terdapat sekitar 33 bab tentang bias-bias dalam berfikir (Cognitive Bias) dan 12 bab tentang Logical Fallacy. Eitss, tenang. Bab dalam buku ini tidak panjang kok hanya beberapa lembar aja, jadi tidak akan serasa membaca buku pelajaran yang sulit dan cenderung membosankan.

Di awal bab, kita akan dijelaskan maksud dari bab yang sedang di bahas, setelah itu diberikan beberapa contoh yang termasuk dalam kesalahan berfikir yang sesuai bab itu dan yang terakhir kita diberikan solusi bagaimana cara mengatasinya.

Quotes dari para filsuf terkenal seperti Socrates, Marcus Aurelius, Plutarch, Voltaire dan masih banyak yang lainya selalu menyambut kita ketika berganti ke bab selanjutnya.

Kelebihan yang aku suka dari buku ini adalah dari penyampaian bab per bab yang tidak terlalu panjang, hanya sekitar 1-3 lembar yang membuat kita tidak capek dan bosan dalam membaca.  

Belum lagi contoh-contoh yang disajikan berkaitan dengan yang biasa terjadi dalam kehidupan kita. Oke, akan aku berikan contohnya seperti bias dalam berfikir Ilusi Model Iklan.

Pernahkan kita melihat para perempuan yang cantik jelita dan mulus dalam iklan-iklan kosmetik. Banyak pengguna kosmetik menganggap bahwa dengan memakai produk kosmetik tersebut mereka menjadi cantik dan semulus para model iklan yang mereka lihat. Padahal kenyataannya bukan kosmetik yang membuat para model tampak cantik dan mulus tapi emang udah dari sananya mereka cantik dan mulus, makanya dijadikan model iklan kosmetik. 

Namun, aku agak sedikit kebingungan dengan beberapa bab yang menurutku contohnya hampir sama dengan bab lain dan aku sulit membedakannya. Dilain hal, banyak sekali istilah-istilah baru dan asing yang tentunya enggak semuanya aku hafal. Tapi aku tangkep yang sekiranya itu bisa di terapkan dalam kehidupan sehari hari.    

Buku ini rekomen banget buat yang ingin tau tentang bagaimana cara berfikir secara runtut dan jernih, yang penasaran tentang logical fallacy namun yang disertai contoh-contoh sederhana. Nah, ini bukunya. Selain itu bisa juga kita baca untuk menambah wawasan dan sudut pandang kita sendiri.   

Dalam membaca buku ini, sedikit demi sedikit kita akan merasa bahwa ternyata banyak sekali kesalahan berfikir yang biasa kita lakukan tanpa sengaja. Yah, semoga aja buku ini bisa menjadi bekal agar senantiasa waspada dan berhati-hati dalam berfikir.

So, akhir kata, aku akhiri dengan sebuah quotes dari Pak Fahruddin Faiz.

Kuasai dunia dengan ilmu, jalanya adalah belajar, senjatanya adalah menulis, kekuatanya berasal dari membaca. Maka, iqra’, bacalah!

 

Judul Buku : Ihwal Sesat Pikir dan Cacat Logika   

Penulis : Dr. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag.

Penerbit : MJS Press

Tahun Terbit : 2020

Tempat Terbit : Yogyakarta

Tebal Buku : 224 hlm

Harga Buku : Rp 68.000

Reviewer : Mohammad Akib

 

Posting Komentar

0 Komentar