Pada bulan Ramadhan seperti ini menjadi waktu yang tepat bagi kita untuk menambah wawasan mengenai agama, entah itu lewat majelis ilmu atau membaca buku. Tidak ada salahnya juga dengan membaca salah satu buku karya dari Emha Ainun Najib atau Cak Nun ini yang berjudul Hidup Itu Harus Pintar Ngegas & Ngerem.
Buku ini aku beli saat masih kelas 11 MAN dan juga
waktu Ramadhan. Sekarang tepat 2 tahun dan bertepatan juga dengan Ramadhan. Aku baca lagi buku ini dan berkesempatan untuk mereview. Nah, jadi kira-kira bagaimana bukunya? Oke mari lanjut baca.
Buku ini berisi nasihat dan cemarah ala Cak Nun. Kenapa aku bilang ala Cak Nun? Karena beliau itu khas banget kalau memberi contoh atau menerangkan sesuatu. Mungkin kalau yang sudah sering melihat dan mendengarkan ceramah beliau sudah tidak asing lah. Pembahasan yang cukup berbobot tapi oleh beliau dibawakan dan diterangkan dengan bahasa yang simple serta mudah dipahami.
Buku ini memiliki 11 bab tentang kehidupan dan tentang bagaimana seharusnya kita memahami agama. Disetiap babnya Cak Nun tak jarang memberi kritikan sosial seperti kepada negara dan sistem pemerintahanya.
Juga kepada para otoritas agama yang suka mengklaim bahwa dirinya yang paling benar serta para pengikunya yang taqlid (nurut saja). Meski begitu, bukan maksud Cak Nun untuk mengajak kita benci tapi justru memberi kita wawasan agar kita dapat memaklumi apa yang sedang terjadi.
Buku ini mengajak kita agar beragama secara rasional dan menggunakan akal sehat. Pembahasan dalam buku ini kemungkinan akan terdapat pendapat atau tafsir Cak Nun yang kurang sesuai dengan pendapat kita. Soalnya aku juga begitu hehe. Jadi alangkah baiknya jangan dulu ditelan mentah-mentah, toh di dalam buku ini Cak Nun juga mengatakan bahwa ambil baiknya buang buruknya.
Pembahasan yang dibawakan Cak Nun menurutku netral banget dan aku suka, jadi Cak Nun mengajak kepada pembaca bahwa tujuan kita adalah mencapai islamnya Rasulullah. Entah kamu melalui NU, Muhamadiyah, dll, tetap tujuannya adalah islamnya Rasulullah. Semuanya tetap sama-sama islam, jadi ngapain kita sibuk bertengkar. Terdapat juga kisah yang mengandung nilai sejarah dan doa-doa yang di tadaburi menarik didalamnya.
Yang aku suka dari buku ini adalah didalamnya itu
sangat ekspresif dan penuh warna. Banyak banget ilustrasi-ilustrasi menarik
yang membuat kita tidak bosan untuk membaca. Quotes-quotes yang dibingkai
menarik dan untuk kalimat-kalimat penting di buku ini sudah ditandai/highlight dengan
berbagai warna dan corak yang menarik. Jadi kita tidak usah repot
sedikit-sedikit menggaris bawahi, sedikit-sedikit menandai karena sudah
ditandai dulu oleh buku ini.
Buku ini cocok banget untuk menemani hari-hari puasa
teman-teman. Selain membahas kehidupan, agama, dan sosial, humor-humor Cak Nun
yang khas juga banyak berseliweran dalam buku ini. Dapat aku rekomendasikan
kepada para santri, pemuda, mahasiswa, dan umum. Lebih cocok lagi kalau teman-teman
sudah biasa mendengarkan ceramah Cak Nun jadi tidak asing dan dapat memahami
isinya dengan mudah.
Seperti biasa untuk mengakhiri, aku ambil sebuah quotes menarik dari buku ini. Semoga bermanfaat.
Tuhan tidak menuntut kita untuk sukses, yang dituntut oleh Tuhan adalah kita berjuang tanpa henti sampai titik darah penghabisan. Kita tidak disuruh panen. Kita disuruh menanam. Karena itu, jangan pernah berhenti menanam.
Salam Literasi
Judul Buku :
Hidup Itu Harus Pintar Ngegas & Ngerem
Penulis :
Emha Ainun Najib
Penerbit :
Noura Books
Tahun Terbit :
2016
Tempat Terbit :
Jakarta
Tebal Buku :
x+230 hlm
Harga Buku :
Rp 64.000
Reviewer : Mohammad Akib

0 Komentar