“If you live according to what others think, you will never be rich.” – Seneca
“Jika kamu hidup menurut apa yang orang lain pikirkan, kamu tidak akan pernah
kaya.” Begitulah kutipan ketika kita awal membuka buku ini.
Adakah dari teman-teman semua yang mengalami perasaan
tidak enak, galau, khawatir tanpa sebab dan masalah lain yang serupa? Jika iya,
sepertinya teman-teman membutuhkan obat anti galau nih, obatnya adalah sebuah
buku seperti buku yang akan saya review kali ini yakni buku Filosofi Teras.
Filosofi Teras berawal dengan diadakanya survey
khawatir nasional dengan jumlah responden sebanyak 3.634. Hasilnya 63% mengaku
merasa lumayan khawatir/ sangat khawatir tentang hidup secara umum. Karena
itulah buku ini hadir untuk menawarkan sebuah filosofi sebagai obat anti galau
yakni Filosofi Teras.
Buku ini mengajarkan tentang filsafat stoisisme yang dibawa oleh Zeno. Zeno senang mengajarkan filsafatnya di sebuah teras berpilar atau dalam bahasa Yunani disebut stoa. Untuk mempermudakan judul buku maka ditulislah Filosofi Teras.
Sebagai sebuah filosofi yang sudah berumur 2300
tahun yang lalu ternyata masih relevan loh guys untuk digunakan dalam kehidupan
generasi milenial sekarang ini, dengan menawarkan dikotomi kendali serta trikotomi kendali sebagai
alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. Bukan hanya itu saja, buku ini
juga memiliki cara lain untuk menghadapi masalah dalam hidup terkhususnya
masalah emosi dan perasaan.
Lalu, apasih tujuan dari buku ini? Hal yang ingin
dicapai oleh stoisisme adalah hidup bebas dari emosi negatif seperti sedih,
marah, cemburu, curiga, baper dan untuk mengasah kebajikan. Kebajikan menurut
stoisisme adalah wisdom, keadilan, keberanian dan menahan diri (kontrol diri
atas nafsu dan emosi)
Ketika awal membaca buku ini, kita seperti sejenak
dibawa ke masa lampau dengan membaca kisah
seorang kaisar Romawi bernama Marcus Aurelius yang beliau juga seorang
pengusung filsafat stoa dan cerita pendek lainya untuk memperkenalkan kepada
kita tentang filsafat stoa yang berhasil membuat para penganutnya hidup dengan tenang.
Dalam buku ini penulis bekerja sama dengan para ahli
di bidangnya untuk ikut menjabarkan dan menjawab permasalahan tentang psikologi
dan mental yang sering dialami oleh generasi milenial saat ini. Walaupun buku
ini kategori buku filsafat tapi yang aku suka buku ini dibawakan dengan bahasa
yang seru, lucu dan milenial banget pokoknya dan juga tidak membosankan tapi
juga ada beberapa istilah istilah yang menurutku itu cukup asing bagiku.
Ada beberapa hal yang sangat mengakar dalam diriku ketika selesai membaca buku ini, salah satunya tentang langkah langkah ketika kita merasakan emosi negatif yang disingkat dengan STAR (STOP, THINK AND ASSESS, RESPOND). Jadi ketika kita merasakan perasaan yang tidak enak cemas atau khawatir dll, kita bisa menerapkan cara tersebut dengan mengingat STAR atau ingat saja bintang.
Ada hal menarik yang di jelaskan oleh Cania Citta irlanie. Loh, mbak Cania yang di Geolive itu? Iya, jadi mbak Cania juga salah satu narasumber yang ada di buku ini. Cania mengatakan bahwa prinsip stoisisme yang sering ia terapkan datang dari sebuah peribahasa “10% masalah dalam hidup kita adalah masalah itu sendiri, 90% adalah bagaimana reaksi kita terhadap masalah itu.
Wow, menarik sekali bukan? disaat kita galau, sumpek, bingung karena sesuatu, dengan mengingat peribahasa itu kita akan menjadi lebih tenang dan berfikiran positif. Di akhir buku
ini juga, kita diberi langkah langkah bagaimana cara kita mempraktikan stoisisme
dalam kehidupan sehari hari.
Buku ini luar biasa bagiku karena dapat membuka cara pandang yang baru bagi kita dan mungkin karena kita di khawatirkan akan sombong dengan apa yang kita dapat dari membaca buku ini maka diakhir buku kita seperti diberi pesan mendalam dengan mengutip perkataan:
“Jangan menyebut dirimu sendiri seorang filsuf atau menggembor gemborkan teori yang telah kamu pelajari, karena domba tidak memuntahkan lagi rumput kepada sang gembala untuk memamerkan banyaknya rumput yang telah dimakannya, tetapi domba mencerna rumput itu dalam tubuhnya dan kemudian ia memproduksi susu dan bulu. Begitu juga, janganlah kamu memamerkan apa yang sudah kamu pelajari, tapi tunjukanlah tindakan nyata sesudah kamu mencernanya.” - Epictetus
Buku ini aku rekomendasikan banget buat para teman teman semua yang mengalami kegalauan tak berarti hehe, cocok buat kalangan remaja dan mahasiswa. Saran dari aku hayati ketika membaca serta cari tempat yang nyaman untuk membaca. Mungkin teman-teman juga harus bersiap siap karena ada beberapa kata atau istilah yang kemungkinan asing bagi kita. Selamat membaca. Aku akhiri dengan mengutip sebuah quotes dari buku ini halaman 56
Hiduplah dengan berani dan tetap ramah kepada orang lain - Filosofi Teras
Salam Literasi
Judul Buku :
Filosofi Teras
Penulis :
Henry Manampiring
Penerbit :
Penerbit buku kompas
Tahun Terbit :
2019
Tempat Terbit :
Jakarta
Tebal Buku :
xxiv + 320 hlm
Harga Buku :
Rp. 98.000 (Bisa berbeda di toko online)
Reviewer : Mohammad Akib

0 Komentar