Puisi Perjalanan

Jejak Kaki
Karya: Mohammad Akib
 


Lampu temaram disudut kota mengakar

Sorot lampu kendaraan beradu dengan sorot tipis rembulan

Jalanan kumuh beraspal kelam

Basah diguyur noda dosa jiwa yang muram
 

Jejak kaki itu tertinggal pada ubin trotoar

Jejak manusia kumuh berbadan kekar

Tidak sekekar hati

Yang meleleh jika mendengar lantunan ayat suci
 

Di ujung malam dosa mengguyur diri   

Di ujung waktu tak berdaya dihadapan Illahi

Relung hati kusut tak tentu arah

Dihadapkan jalan hidup yang pecah 
 

Perjalanan demi perjalanan ia lalui

Hingga cahaya suci bermukim dalam hati

Ia bersimpuh pada pelataran peribadatan

Memohon ampun pada Tuhan
 

Cahaya turun memegang tangan dan mengajaknya berdiri

Dosa pecah menjadi remahan kecil tak berarti

Hari kedepan ia lalui dengan percaya diri

Arah yang jelas, suci dan penuh arti
 
 
Kediri, 01 Februari 2022
 
*Karya ini telah dibukukan dalam Antalogi Puisi "AvontuR"
 

Posting Komentar

0 Komentar