Sajak Cinta

SELEMBAR KASIHKU
Oleh: Mohammad Akib
 

Di pelataran waktu, merah payung senja, pertama aku melihatmu

Tirai rintik hujan turun seakan menghalangiku melihat surga wajahmu

Semesta mempertemukan ketika kita duduk bersandingan berteduh menghindari pilu hujan

Degup jantung berpencar tak kuasa dikoyak rasa yang cemar
 

Aku bertegur sapa ringan denganmu

Sambil sesekali sang bola mata nakal menangkap gugusan indah pesonamu

Entah kenapa kau cepat sekali pergi

Sedangkan bulir hujan sedang memadu kasih dengan bumi
 

Aku pulang dengan membawa segenggam wangimu

Senyum manis, kedipan mata, tawa, semua abadi dalam bekapanku

Berbekal kalbu yang kalis

Aku buatkan selembar kasih yang nantinya ku kirimkan padamu
 

Bait demi bait aku tulis dengan pena cinta

Menggunakan tinta yang aku campur dengan tetesan rindu

Pena perlahan menabur benih kata

Seraya aku taburkan doa tanpa jeda disetiap goresanya
 

Denting jam dinding beradu dengan gesekan dedaunan

Sorot pelan rembulan menembus lewat celah jendela usang

Goresan pena tumbuh menjadi rerimbun kata cinta

Ku rawat hingga mentari bangkit dari ranjangnya
 

Aku berharap lembar kasih itu engkau terima

Tentu engkau membalasnya

Oh, semesta menengahi

Apapun jawabnya aku sudah menyiapkan peti jika nanti hatiku pecah dan mati
 


Kediri, 20 Januari 2022
 

*Karya ini telah dibukukan dalam antalogi puisi "Forever Hope"
 
 

Posting Komentar

0 Komentar