Ia
Berkerudung dengan setelan yang mendukung
Berjalan pelan diatas tanah kehidupan dan duduk di kursi dengan nyaman
Kursi sejenak membatin "Bokong empuk siapa ini yang telah menduduki ku?"
Sedikit berbeda, meja menatapnya dan menerka nerka apa yang akan ia pesan nantinya
Ia
Menyelipkan sebatang rokok diselakangan jarinya
Mulut berkata "Bawalah sini, biar bibir lembutku yang akan memeluknya dengan penuh kasih sayang"
Manusia sejenisnya merasa janggal
Beberapa bola mata melesatkan panah tajam tepat pada wajahnya
Sunyi sejenak
Ia
Melanjutkan membuat jejak kaki diatas tanah kehidupan
Berjalan dengan penuh keyakinan
Bola mata yang hidup didiriku dan hati yang tinggal bertetanggaan dengan organ organ dalam dengan serentak membuat forum diskusi
Hal apakah tadi yang sejenak merobohkan tembok pandangan para manusia itu?
Ia
Entah kemana pergi, aku melihatnya sekeliling tak menjupai
Ahhh sudahlah, kataku pada para demonstran bola mata
Bahagialah kehidupan
Bahagialah kehidupan
Sekali lagi, bahagialah kehidupan.
Kediri, 09-11-2021
0 Komentar